You are here > Home
Wed 08 Feb 2012
Koperasi KUD Batu PDF Cetak Surel
Ditulis oleh UMKM   
Jumat, 28 November 2008 07:00
batuNama koperasi ini tidak asing bagi masyarakat Kota Batu, terutama di kalangan peternak sapi perah. Hal itu disebabkan koperasi tersebut yakni KUD Batu telah berperan di bidang persusuan sejak 37 tahun silam.Saat itu, tepatnya pada 1972, KUD Batu masih berstatus badan usaha unit desa (BUUD) Batu. Lima tahun kemudian, seiring dengan munculnya Inpres Nomor 2/1978 tentang Pembentukan Koperasi Unit Desa (KUD), maka seluruh anggotanya bersepakat untuk membentuk KUD Batu.
Kata Batu sendiri selain merupakan nama kota, juga dipanjangkan menjadi Bebarengan Anggayuh Tentreme Urip yakni bersama-sama meraih ketentraman hidup menuju kehidupan yang tentram dan sejahtera. Sementara badan hukum KUD tersebut tercatat no. 518/03-PAD/422-402/2004. Menurut Ketua KUD Batu, Ismail Hasan, pada 2006 jumlah anggota koperasi tersebut sebanyak 1.865 orang, kemudian terus meningkat menjadi 1.900 orang pada 2007.

“Pada 2008 hingga sekarang, anggota KUD Batu sudah berkembang mencapai 2.000 orang lebih,” katanya.
Peningkatan jumlah anggota itu dinilai sebagai bukti bahwa kesadaran masyarakat di daerah yang baru beberapa tahun berubah status menjadi kota administratif ini cukup tinggi guna mempercayakan kesejahteraannya kepada lembaga perkoperasian.

KUD Batu mempunyai usaha inti di bidang penyerapan susu sapi perah dari anggota, produksi susu siap minum sekaligus mengelola peternakan sapi. Selain itu menangani pembuatan pakan ternak, holtikultura, warung serba ada, simpan pinjam, pelayanan pembayaran rekening listrik, pengembangan pertanian, budidaya lebah dan usaha ritel/swalayan.

Jenis-jenis usaha tersebut, hingga saat ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 172 orang. KUD Batu hingga saat ini juga telah menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan di berbagai sektor seperti Perum Perhutani, PT PLN (Persero), Bank BNI, Bank Bukopin, Bank Mandiri dan Bank Indonesia serta PT Nestle Indonesia.Ismail mengatakan KUD Batu sejak beberapa tahun lalu juga mengembangkan usaha pengolahan susu pasteurisasi yang dipasarkan dengan merek dagang Koperasi Susu Batu (KSB). Penjualannya melibatkan mitra swasta yakni PT Putih Lestari Bandung.

Harga turun
Adapun susu segar yang diserap dari para anggota dipasok ke sejumlah industri pengolah susu (IPS) , termasuk ke PT Greenfield dan PT Nestle Indonesia yang mengoperasikan pabrik di Kejayan, Pasuruan. Total produksi susu segar sebanyak 18 ton per hari yang dihasilkan 1.300 peternak.

“Para IPS sejak Desember 2008 menurunkan harga beli menjadi Rp3.000/liter dibandingkan sebelumnya Rp3.200/liter. Akibatnya, kami merugi Rp3,6 juta per hari,” tutur Ismail.Perkembangan harga yang kurang menggembirakan itu disebabkan menurunnya tingkat konsumsi susu akibat krisis ekonomi global sekaligus isu susu bermelamin asal China.

Karena penurunan harga beli itu, pihak KUD Batu terpaksa mencabut subsidi pakan suplemen bagi petani peternak. “Peternak semakin tak bisa membeli pakan yang bergizi tinggi untuk sapi perah mereka. Akibatnya, susu yang dihasilkan pun kualitasnya akan semakin rendah,” ujar Ismail.

Dia tidak merinci berapa total pendapatan KUD Batu yang direalisasikan sepanjang 2008 dari berbagai jenis usaha yang ditanganinya. Demikian pula target tahun ini tidak disebutkan, di tengah penurunan harga beli susu segar dari para IPS yang tentunya akan berdampak terhadap omzet koperasi tersebut.

Dana setia kawan
Yang jelas, melalui pendapatan yang diraihnya dari tahun ke tahun, KUD Batu menyisihkan dana untuk sumbangan anggota yang mengalami musibah seperti sakit, kecelakaan atau kematian. Ismail menjelaskan dana program sosial anggota itu merupakan penyisihan beberapa persen dari sisa hasil usaha (SHU) setiap tahunnya. “Anggota koperasi kami biasa menyebut dana program sosial itu sebagai Dana Setia Kawan, dimana nilainya mencapai Rp30 juta per tahun,” paparnya.

Ternyata bukan hanya perusahaan skala besar serta badan usaha milik daerah dab badan usaha milik negara (BUMD dan BUMN) yang mempunyai program corporate social responsibility (CSR). Bedanya, program CSR yang dilaksanakan KUD Batu ditujukan terbatas kepada anggota, bukan ke masyarakat umum.
Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 10 Februari 2010 13:34
 

Quick Link

 

Data Pengunjung

Kami punya 13 tamu online

KAMAR DAGANG INDUK USAHA MIKRO KECIL MENENGAH
[ K A D I N U M K M ]

Jl. Bung Tomo 8A - Surabaya
Telp. (031) 501 5264, Fax. (031) 501 5276
- Best Viewed In 1280 x 1024 Resolution Using Firefox -