|
KPRI Karya Husada Kota Probolinggo |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 25 November 2008 07:00 |
Semua koperasi yang saat ini telah berkembang agaknya pernah melewati masa-masa sulit yang penuh tantangan. Tetapi kondisi demikian justru dapat dijadikan medan pembelajaran bagi koperasi, sehingga mewujudkan koperasi yang maju dan membawa banyak manfaat bagi anggotanya.
Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Karya Husada, Kota Probolinggo, adalah salah satu koperasi yang banyak belajar dari masa-masa sulit tersebut. Pada awal berdirinya, koperasi yang beralamat di Jl Suroyo 58 Probolinggo ini bahkan sempat telat melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT) hingga tahun ke tiga.Menurut penjelasan salah satu kepala seksi di lingkungan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Dinkop Perindag) Kota Probolinggo, Heriyanto Agus, saat itu sekitar tahun 2000, (KPRI) Karya Husada baru mempunyai satu jenis usaha yakni unit simpan pinjam (USP).“Maklum, saat itu sistem manajemen yang dibangun masih sangat terbatas,” kata Heriyanto.Perkembangan modal sendiri juga tergolong lambat, dimana pada 1998 baru terhimpun sebesar Rp 1.199.170, kemudian merangkak naik pada 2002 dengan modal sendiri sebesar Rp 55.659.968.Koperasi berbadan hukum nomor 7353/BH/II/1998 tertanggal 12 Juli 1998 ini juga sempat mengalami penurunan jumlah anggota, dari 160 menjadi 149 anggota. Namun setelah pergantian pengurus pada 2003, serta seiring dengan program kerja pengurus yang baik, koperasi ini berhasil mengembalikan kepercayaan anggotanya.“Pada akhir 2007, jumlah anggota meningkat menjadi 251 orang,” lanjut Heriyanto.Peningkatan jumlah anggota itu juga dinilai sebagai hasil program sadar koperasi serta buah dari program sadar menabung. Sementara pihak koperasi menjanjikan bunga bagi penabung 0.5% dalam jangka waktu yang ditentukan.Tiga unit usaha Keberhasilan KPRI Karya Husada hingga menjadi seperti sekarang tidak terlepas dari jasa pejabat Dinas Kesehatan waktu itu yang menyediakan tempat usaha untuk koperasi membuka warung serba ada (Waserda).Pada awal berdirinya, unit toko tersebut diberi tempat dengan ukuran 2 meter x 3 meter, dan saat ini telah diperluas hingga ukuran 5 meter x 6 meter. Barang dan jasa yang ditawarkan Waserda juga mengalami perkembangan. Kini, Waserda menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari seperti minuman dan makanan kecil, produk konveksi, serta foto copy. Keberadaan toko ini juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat umum karena lokasi Waserda berada di samping jalan utama, dan berhadapan dengan sejumlah PKL yang berjualan di sana.Perkembangan usaha koperasi tersebut berdampak signifikan pada total asset yang dimilikinya. Aset koperasi pada 1998 yang hanya sebesar Rp 27.287.870, saat ini sudah berkembang pesat menjadi Rp. 3.219.983.747.Intensitas pelayanan terhadap anggota yang semakin tinggi menuntut koperasi yang mempunyai produk andalan berupa tabungan pendidikan, tabungan hari raya, serta tabungan qurban ini untuk merombak sistem manajemen tradisionalnya kepada sistem menejemen berbasis komputer.“Bahkan untuk menunjang transparansi kegiatan usaha, KPRI Karya Husada juga menyewa audit eksternal yang bisa menilai kelayakan usaha secara independen,” jelas Heriyanto.Berbagai kemudahan pelayanan bagi anggotanya juga diberikan oleh koperasi yang mempunyai tiga jenis usaha utama yakni, simpan pinjam, Waserda, dan foto copy ini, diantaranya, kredit murah pembelian peralatan rumah tangga, dan keperluan sehari-hari di Waserda, hingga simpan pinjam.“Untuk mendukung usaha simpan pinjam, koperasi juga telah menjalin kerjasama dengan salah satu perbankan,” papar Heriyanto.
|
|
Last Updated on Wednesday, 10 February 2010 13:33 |