You are here > Home Laporan Utama Edisi 2009 Agustus Gerakan Koperasi Dituntut Ikuti Perubahan Global
Wed 08 Feb 2012
Gerakan Koperasi Dituntut Ikuti Perubahan Global Cetak Surel
Peringatan Hari Koperasi ke-62 tahun ini telah diselenggarakan di Stadion Kanjuruhan, Kab.Malang, pada 31 Juli lalu, meskipun penetapan Hari Koperasi sebenarnya pada 12 Juli. Segenap pemangku kepentingan dan pelaku sektor perkoperasian dengan semangat tinggi mengikuti peringatan tersebut.Gubernur JawaTimur, Soekarwo, didampingi Wakil Gubernur Saifullah Yusuf tampak hadir dalam peringatan harkop tersebut, demikian juga Bupati Malang, Sujud Pribadi, serta unsur Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur, kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten/Kota se-Jatim, unsur Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten/Kota se-Jatim.
Serangkaian kegiatan bernuansa pemberdayaan ekonomi kerakyatan guna mendorong, mengembangkan dan memajukan peran koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat diselenggarakan dalam peringatan Harkop 2009 seperti lomba koperasi berprestasi yang diikuti koperasi dari 38 kabupaten/kota se-Jatim, lomba karya tulis perkoperasian, lomba berpacu dalam koperasi tingkat SLTA.Selain itu, pasar rakyat yang menampilkan poduk unggulan koperasi usaha mikro kecil menengah (KUMKM), sarasehan, deklarasi koperasi, koperasi peduli berupa aksi sosial.
Adapun tema yang diketengahkan dalam peringatan Hari Koperasi ke-62 tahun ini adalah “Memantapkan Peran Gerakan Koperasi Dalam Dinamika Perubahan Global.” Tema tersebut tentulah sangat relevan dengan kondisi saat sekarang, dimana kondisi global cenderung berubah dan gerakan koperasi (khususnya di Jawa Timur) harus mampu mengikuti perubahan itu agar tetap mampu berperan sebagai pelaku ekonomi sekaligus melayani anggotanya.
Upaya untuk itu dapat dilakukan dengan mengembangkan kerja sama diantara koperasi usaha mikro kecil dan menengah (KUMKM) yang terdapat di Jawa Timur dan pergeseran cara berpikir, keahlian dan prilaku para pengurus, pengawas, pengelola sekaligus anggota koperasi. Kerja sama semacam itu dimaksudkan agar mampu belajar dan bisa memperoleh manfaat dalam pengelolaan KUMKM yang sukses dalam menghadapi perubahan global.
Langkah-langkah tersebut merupakan upaya secara internal. Sedangkan faktor eksternalnya adalah menjadikan tahun 2009 sebagai momentum strategis, guma merombak pengelolaan KUMKM dengan membangun profesionalitas pengelola dan para pemangku kepentingan KUMKM di Jawa Timur.Kepala Dinas Koperasi & Usaha Mikro Kecil Menengah (Diskop & UMKM) Jawa Timur, Braman Setyo, mengatakan sasaran yang dituju melalui peringatan Hari Koperasi ke-62 tahun 2009 adalah memperkuat dan memperkokoh kemandirian dan peran KUMKM dalam menghadapi perubahan global serta meningkatkan jaringan usaha diantara para pelaku ekonomi itu di Jatim.

2.000 LKM
Terkait dengan peningkatan usaha skala mikro kecil, terutama di wilayah perdesaan, Braman menyatakan dukungannya terhadap program Gubernur Jatim, Soekarwo, berupa pembentukan lembaga keuangan mikro (LKM) dalam bentuk koperasi wanita di 2.000 desa se-Jatim.Pemprov Jatim akan mengucurkan bantuan permodalan Rp25 juta per koperasi wanita yang akan dibentuk itu, dan dana tersebut diharapkan menjadi modal awal bagi LKM untuk melayani para pengusaha mikro. Dengan demikian, akan menumbuhkan para wirausaha baru di perdesaan dan menghindarkan jeratan rentenir.
Pihak Pusat Koperasi Wanita Jawa Timur (Puskowanjati) juga bakal melakukan pendampingan bagi koperasi wanita itu kelak, sehingga eksistensinya terbina hingga menjadi mandiri.“Kami siap mendkung program pembentukan LKM dalam bentuk koperasi wanita hingga tahun-tahun mendatang, sehingga pada 2014 semua desa di Jatim yang berjumlah 8.884 desa akan memiliki koperasi wanita,” ujar Braman saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Koperasi ke-62.
Program yang dicanangkan Pemprov Jatim tidak lain adalah memberdayakan pelaku ekonomi skala kecil, dimana upaya tersebut merupakan tugas pemerintah. Gubernur Jatim, Soekarwo, negara harus membela pelaku ekonomi skala kecil agar pelaku ekonomi skala besar yang kuat tidak menghancurkan yang kecil. “Tugas pemerintah mengatur pelaku ekonomi skala kecil dapat berdampingan dengan pelaku ekonomi skala besar, dan yang besar itu tidak ‘memakan’ yang kecil,” paparnya.
Wadah koperasi dinilai tepat untuk memperkuat ekonomi skala kecil, maka di Jatim segera dibentuk 2.000 koperasi wanita sebagai LKM di 2.000 desa.Soekarwo mengingatkan pentingnya orang sregep (rajin) untuk mengurus koperasi. Rasa kejuangan juga harus ditumbuhkan di koperasi agar koperasi tidak kalah dengan perusahaan skala besar.
“Perekonomian melalui wadah koperasi bisa bergerak kalau ditunjang dengan moralitas bagus. Koperasi merupakan benteng ekonomi kecil, tapi harus diurus dengan benar,” tandasnya.Dipilihnya koperasi wanita sebagai wadah untuk menggerakkan perekonomian di desa dimaksudkan agar wanita bebas berekspresi dalam dunia ekonomi. Selain itu, wanita juga diketahui cukup sregep, maka diharapkan wadah itu kelak bisa mendorong pertumbuhan pelaku usaha skala mikro kecil.

Bukan seremonial rutin
Tekad untuk terus membesarkan koperasi dan meningkatkan peran lembaga perekonomian tersebut dalam berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jatim dicetuskan oleh Ketua Dekopinwil Jatim, Yoos Lutfi.Dia mengatakan peringatan Hari Koperasi yang dilaksanakan setiap tahun hendaknya tidak sekedar menjadi seremonial rutin, tetapi dapat diambil semangatnya guna meningkatkan etos kerja insan/jajaran koperasi.
Melalui peningkatan etos kerja itulah, maka koperasi bisa dijadikan tumpuan guna menyejahterakan masyarakat. Untuk mengembangkan ekonomi skala kecil diperlukan kebersamaan dan kejujuran.Terkait dengan hal itu, para anggota koperasi pun harus mempunyai rasa memiliki guna membesarkan koperasi.Seiring berlangsungnya perubahan global, insan perkoperasian harus lebih cerdas mengantisipasi situasi dan kondisi. Untuk itu pemerintah perlu melakukan pendidikan secara terorganisir terhadap pelaku koperasi.
“Kami (Dekopinda) siap mendukung program Pemprov Jatim untuk membangun ekonomi kerakyatan, khusus bidang perkoperasian,” papar Yoos dalam peringatan Harkop ke-62 di Malang.Pendidikan bagi para pengelola koperasi merupakan salah satu faktor penting agar lembaga perkoperasian menjadi lebih kompetitif dalam menghadapi dinamika perubahan global.
 

KAMAR DAGANG INDUK USAHA MIKRO KECIL MENENGAH
[ K A D I N U M K M ]

Jl. Bung Tomo 8A - Surabaya
Telp. (031) 501 5264, Fax. (031) 501 5276
- Best Viewed In 1280 x 1024 Resolution Using Firefox -