You are here >
Wed
08
Feb 2012
| Koperasi Butuh Pemihakan dari Pemerintah |
|
|
Kebutuhan masyarakat di Jawa Timur terhadap lembaga koperasi cenderung meningkat dari tahun ke tahun, yang menandakan bahwa koperasi dapat dijadikan wadah guna mengupayakan peningkatan ekonomi secara bersama-sama.Dalam kenyataannya hampir setiap sektor usaha telah terdapat koperasi, dimana mulai pedagang pasar, karyawan kantor, petani, perusahaan transportasi, industri jasa dan manufaktur telah lazim berkoperasi. Dan lembaga tersebut telah mampu bersaing secara terbuka dan sehat dengan lembaga bisnis lainnya yakni swasta dan BUMN.Berdasarkan data di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Jawa Timur, setiap bulan di Jawa Timur terbentuk lebih dari 100 koperasi. Sebagai contoh, jumlah koperasi di Jatim pada Maret 2009 sebanyak 18.951 unit naik menjadi 19.114 unit pada April 2009 dengan menghimpun 5.100.283 anggota.Volume usaha maupun total aset koperasi sebanyak itu agaknya lebih kecil dibandingkan swasta maupun BUMN, dimana per April tahun ini tercatat Rp5,3 triliun dan aset Rp11,9 triliun.Sebagai contoh, satu badan usaha milik negara (BUMN) saja yakni PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) memiliki aset Rp900 miliar dan membukukan omzet senilai Rp400 miliar pada 2008. BUMN yang berkantor pusat di Surabaya itu mengelola 34 kebun di 9 kabupaten di Jatim dengan mengusahakan komoditas karet, kopi, kakao, teh dan kayu sengon.Sedangkan di Jatim terdapat puluhan BUMN, sementara aset dan omzet perusahaan swasta raksasa di Jatim bukanlah tandingan koperasi semisal pabrik rokok PT Gudang Garam Tbk di Kediri, Maspion Group, PT HM Sampoerna Tbk, belum lagi perusahaan pengembang dan lainnya lagi.Tetapi lembaga perkoperasian di Jawa Timur telah memiliki kemajuan sedikitnya sejak 10 tahun terakhir, dimana dalam menjalankan kegiatan usaha telah mampu meningkatkan perekonomian pelaku usaha mikro kecil. Dalam operasionalnya juga telah dapat memberikan layanan kepada anggota maupun masyarakat umum berbasis teknologi informasi (TI).Salah satu contoh yang dapat disebutkan adalah kiprah koperasi unit desa (KUD) dalam menjalin kerja sama dengan bank guna menghimpun pembayaran rekening listrik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sistem payment point online bank (PPOB). Bahkan Pusat KUD Jatim kini tengah merancang rencana kerja sama dengan PT Pos Indonesia untuk melayani pengiriman uang hingga ke tingkat kecamatan dan perdesaan.Sejumlah koperasi lainnya juga tetap eksis dan dipercaya oleh perusahaan swasta skala besar untuk bermitra secara saling menguntungkan semisal pasokan susu ke PT Nestle Indonesia dan produksi sigaret kretek tangan dengan PT HM Sampoerna Tbk.Butuh Pemihakan |





