You are here > Home Laporan Utama Edisi 2009 April
Sun 05 Sep 2010
Laporan Utama-April
Sistem Tanggung Renteng perlu Didekonstruksi Print E-mail
Di mata akademisi dan pengamat ekonomi, sistem tanggung renteng telah mampu menghidupi puskowanjati sejak lima puluh tahun yang lalu. Koperasi sekunder itu bukan hanya lestari, namun tetap berkembang pada masa yang paling kritis sekalipun terutama melewati masa krisis ekonomi.
Dengan kata lain, tanggung renteng cocok diterapkan pada koperasi, khususnya yang selama ini dijalankan koperasi wanita guna melepaskan dari kemiskinan.“Tanggung renteng pas untuk Indonesia dengan budaya kolektifnya. Satu dihukum, semua dihukum. Satu berhasil, semua berhasil,” ujar Darmanto Jatman, budayawan sekaligus dosen dari Universitas Diponegoro Semarang.
Read more...
 
Koperasi Wanita Berjaya dengan Tanggung Renteng Print E-mail
Tidak diragukan, kiprah koperasi wanita (kopwan) telah ikut mewarnai kegiatan lembaga perkoperasian dalam menggerakkan perekonomian di Jawa Timur.Perjalanan kopwan di Jatim telah cukup lama, dimana sebagian besar diawali dari kegiatan arisan ibu-ibu lantas merasa perlu bergabung dalam wadah koperasi agar lebih memberdayakan ekonomi para wanita.
Bahkan sejumlah koperasi primer beranggotakan para wanita itu membentuk koperasi sekunder, maka lahirlah Pusat Koperasi Wanita Jawa Timur (Puskowanjati) di Malang pada 1 Maret 1959. Koperasi sekunder itu sempat berganti nama menjadi Pusat Koperasi Karya Wanita Jawa Timur dan berkantor di Surabaya, tetapi kemudian berubah kembali jadi Puskowanjati dan berkantor lagi di Malang hingga kini.
Read more...
 


KAMAR DAGANG INDUK USAHA MIKRO KECIL MENENGAH
[ K A D I N U M K M ]

- Best Viewed In 1024 x 768 Resolution Using Firefox -