You are here > Home Laporan Utama Edisi 2009 Desember ‘Koperasi Harus Bercitra Bagus dan Kompetitif’
Wed 08 Feb 2012
‘Koperasi Harus Bercitra Bagus dan Kompetitif’ Cetak Surel
citraKeberadaan koperasi simpan pinjam (KSP) selama ini telah berperan dalam melayani para pengusaha mikro kecil serta masyarakat umum di tingkat pedesaan maupun perkotaan, melalui produk layanan berupa penyaluran dana pinjaman serta simpanan. Produk layanan itu terutama ditujukan terhadap anggota yang berhasil dihimpun.
Khusus di Jawa Timur, sejauh ini terdapat 9.669 unit KSP dengan jumlah anggota sebanyak 5,3 juta orang. Asetnya mencapai Rp3,8 triliun dan nilai pinjaman yang dikucurkan Rp3,6 triliun. Ke depan, kinerja KSP tentu harus selalu ditingkatkan seiring ketatnya persaingan dengan lembaga pendanaan/keuangan lain dalam melayani masyarakat. Pesaing-pesaing itu terutama bank umum maupun bank perkreditan rakyat (BPR) yang juga memiliki produk layanan serupa dan telah didukung dengan manajemen serta performance/tampilan phisik lebih bagus.
Selain aspek tersebut, KSP juga masih sering dikesankan sebagai ‘bank thithil’ alias pemberi pinjaman dengan bunga tinggi. Citra demikian perlu dihapuskan dengan membuktikan bahwa KSP merupakan lembaga keuangan mikro (LKM) non-bank yang tidak membebani masyarakat ataupun pengusaha mikro kecil.
Agaknya, banyak aspek yang harus terus dikembangkan oleh para insan/gerakan KSP mencakup pengawas, pengurus, pengelola maupun para pemangku kepentingan terkait dengan keberadaan lembaga perkoperasian tersebut. Sasarannya adalah agar lebih banyak lagi masyarakat yang mau bergabung dalam koperasi dan secara bersama-sama mengembangkan ekonomi kerakyatan.
Untuk itulah, maka Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Dinkop & UMKM) Jawa Timur menggelar KSP Award 2009. Kegiatan yang pertama kali itu antara lain dimaksudkan untuk memacu kalangan KSP agar terus meningkatkan kinerja maupun daya saingnya.Kegiatan tersebut melibatkan tim Lembaga Manajemen dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair) Surabaya untuk memilih KSP terbaik. Ada sebanyak 375 KSP dijaring, dan yang dinilai layak untuk dinilai adalah 70 KSP guna mendapatkan 6 KSP unggulan dalam babak final.
Penentuan dan penganugerahan 6 KSP unggulan itu diselenggarakan pada 22 Desember 2009 di Surabaya, dan telah terpilih juara I, juara II, juara III, juara harapan I, juara harapan II dan juara harapan III. Penilaian didasarkan aspek kelembagaan, organisasi, manajemen, daya saing dan manfaat.

Pemicu dan pemacu
Kepala Dinkop & UMKM Jatim, Braman Setyo, mengatakan penyelenggaraan KSP Award 2009 dimaksudkan sebagai pemicu dan pemacu gerakan KSP agar menjadi sehat, mandiri, berdaya saing dan memberikan manfaat.KSP juga diharapkan lebih profesional dan mnjaga citra dalam melayani masyarakat.
“Dengan beroperasinya KSP berkinerja baik, maka diharapkan pertumbuhan ekonomi menjadi lebih maju,” tuturnya dalam Malam Penganugerahan KSP Award 2009.Terpilih sebagai juara I adalah KSP Prima Sejahtera Nganjuk, juara II KSP Rasa Mandiri Malang, juara III KSP Bangun Jaya Makmur Surabaya, juara harapan I KSP Delta Surya Purnama Sidoarjo, juara harapan II KSP Udara Jatim Sidoarjo dan juara harapan III KSP Kusuma Artha Lestari Malang.
Seluruhnya diberikan tropi dan uang pembinaan senilai Rp10 juta bagi juara I, juara II Rp7,5 juta, juara III Rp5 juta. Adapun juara harapan masing-masing memperoleh uang pembinaan Rp2,5 juta.Braman menambahkan pada 2010 mendatang KSP Award akan dilanjutkan dan pemenangnya akan diperbanyak. Bahkan even tersebut diajukan ke Kementerian Koperasi & UKM agar diadopsi secara nasional, sehingga kelak terdapat pemilihan KSP terbaik skala nasional, provinsi dan kabupaten/kota.
Berdasarkan data di Dinkop & UMKM Jatim, jumlah KSP di Jatim saat sekarang mencapai 9.669 unit dengan jumlah anggota 5,3 juta orang. KSP sebanyak itu menggunakan modal sendiri Rp2,2 triliun, modal luar Rp1,5 triliun, total nilai pinjaman Rp3,6 triliun dan aset Rp3,8 triliun.

Libatkan banyak anggota
Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, menyatakan perlunya gerakan KSP menarik minat masyarakat sebanyak-banyaknya agar mau menjadi koperasi. Untuk itu, KSP harus dikelola dan kinerjanya ditingkatkan, sehingga memiliki daya tarik.
Menurut dia, banyak yang telah kenal koperasi, dan harus diupayakan agar orang tidak hanya mengenal, tetapi sekaligus menjadi anggota KSP. Citranya yang selama ini kumuh dan bertindak sebagai bank thithil harus diubah dengan kinerja lebih baik, profesional serta berdaya saing.
“Kita menginginkan agar semakin banyak rakyat terlibat dalam koperasi, karena koperasi merupakan lembaga perekonomian yang khas Indonesia. Untuk itu, KSP perlu dikembangkan terus agar sekaligus bisa menarik kalangan muda,” ujar Gus Ipul, panggilan akrab Saifullah Yusuf, saat memberikan sambutan dalam Penganugerahan KSP Award 2009.
KSP, lanjut Saifullah, harus terus ditingkatkan citranya bahwa lembaga keuangan mikro itu bukanlah rentenir. KSP memang mudah diakses, tetapi tidak menerapkan bunga tinggi sekali. Saifullah Yusuf dalam rangkaian Penganugerahan KSP Award 2009 juga diberikan penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Koperasi Jawa Timur, dimana sertifikat penghargaannya diserahkan Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur, Mardjito GA.
Saifullah bersama Gubernur Jatim Soekarwo dinilai telah banyak menetapkan kebijakan berupa pengembangan ekonomi kerakyatan melalui wadah koperasi. Antara lain pada 2009 memfasilitasi terbentuknya 3.750 koperasi wanita (kopwan) di 3.750 desa melalui pengucuran dana hibah Rp25 juta per kopwan dari anggaran APBD I Prov. Jatim. Program itu akan dilanjutkan lagi pada 2010.
 

KAMAR DAGANG INDUK USAHA MIKRO KECIL MENENGAH
[ K A D I N U M K M ]

Jl. Bung Tomo 8A - Surabaya
Telp. (031) 501 5264, Fax. (031) 501 5276
- Best Viewed In 1280 x 1024 Resolution Using Firefox -