You are here > Home Laporan Utama Edisi 2009 Januari
Sun 05 Sep 2010
Laporan Utama-Januari
DINKOP & UMKM Jatim Siapkan Program Pemberdayaan KUMKM Print E-mail
Guna mengantisipasi dampak berlangsungnya krisis finansial global, Dinas Koperasi & Usaha Mikro Kecil Menengah (Dinkop & UMKM) Jawa Timur telah menyiapkan sejumlah program yang ditujukan memberdayakan kiprah koperasi usaha mikro kecil menengah (KUMKM). Program-program yang mengarah terhadap pemberdayaan KUMKM perlu dioptimalkan, karena sektor usaha tersebut bisa dijadikan katup pengaman bagi dampak yang ditimbulkan berlangsungnya krisis finansial global. Masalahnya, krisis tersebut berakibat menurunnya kinerja sektor riil terutama volume ekspor turun.
Tidak optimalnya kapasitas produksi di kalangan industri manufaktur otomatis akan mengakibatkan pengurangan jumlah tenaga kerja alias pemutusan hubungan kerja (PHK). Korban PHK itu memunculkan usaha baru skala mikro kecil.Sekretaris Dinkop & UMKM Jatim, Sularso, mengatakan langkah-langkah pemberdayaan KUMKM yang ditetapkan tahun ini berupa enam program meliputi: program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif KUMKM, program pemberdayaan usaha skala mikro, program pengembangan sistem pendukung usaha KUMKM.
Selain itu, program penciptaan iklim usaha, program peningkatan kualitas kelembagaan dan program pengembangan usaha ekonomi produktif bagi masyarakat miskin.Menurut dia, arah kebijakan tersebut adalah pengembangan KUMKM dan kelembagaan, sebagai upaya memberikan kontribusi peningkatan pendapatan kelompok pada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dan berwawasan gender.“Kebijakan itu diarahkan pula terhadap perluasan basis dan kesempatan berusaha, wirausaha baru, peningkatan ekspor dan penciptaan lapangan kerja,” paparnya, belum lama ini.
Read more...
 
Krisis Ekonomi Global Merebak Print E-mail
perajinBerlangsungnya krisis finansial global sejak tahun lalu telah menimbulkan dampak kurang menggembirakan bagi pertumbuhan ekonomi di banyak negara, tidak terkecuali Indonesia.Kegiatan produksi di kalangan industri manufaktur yang berorientasi ekspor menurun volumenya, karena daya serap pasar dunia telah melemah.


Mau tak mau, kalangan industri skala kecil menengah (IKM) bahkan skala rumahan di Jawa Timur juga terkena imbas krisis finansial global itu. Soalnya, industri skala besar lazim bermitra dengan IKM berupa penyerapan produk maupun komponen tertentu untuk memenuhi permintaan pasar internasional. Sebut saja misalnya industri mebel, sepatu maupun produk berbahan baku logam, dimana dalam sektor industri tersebut selalu terjadi hubungan bisnis yang melibatkan industri besar dengan industri kecil menengah.
Bagi usaha kecil menengah (UKM) yang melakukan ekspor sendiri maupun melalui pihak ketiga juga telah merasakan getirnya krisis tersebut. Selain menurunnya pesanan dari importir di banyak negara, harga produk pun tidak bisa dinaikkan di tengah meningkatnya biaya produksi terkait kenaikan upah serta harga bahan baku.
Read more...
 


KAMAR DAGANG INDUK USAHA MIKRO KECIL MENENGAH
[ K A D I N U M K M ]

- Best Viewed In 1024 x 768 Resolution Using Firefox -