You are here >
Wed
08
Feb 2012
| Bina Usaha Model KWSU Bhakti Asta Makmur |
|
|
Apa yang dilakukan Koperasi Wanita Serba Usaha Bhakti Asta Makmur (KWSU BAM), Malang merupakan contoh peran lembaga perkoperasian dalam membina usaha anggotanya. Sehingga anggota koperasi juga diberdayakan guna mengembangkan naluri bisnis yang dimilikinya.Koperasi beranggotakan 1.312 orang dengan wilayah kerja di Kota Malang itu sejauh ini telah melakukan pembinaan usaha berupa pembudidayaan tanaman organik, industri dan perdagangan serta aneka kerajinan, konvensi maupun makanan kecil.Langkah tersebut didasarkan atas pembentukan KWSU BAM sedari awal yakni pada 30 Maret 1998, yang ditujukan untuk menambah pendapatan anggota serta masyarakat di lingkungannya. Para pendirinya meliputi Evita Handayani, Benedicta Hermin Ratna, Djajus Effendi, Mawatsih Nur Sarwonanik.Semula anggotanya terdiri dari arisan beberapa orang dari Ikatan Pengusaha Mobil Malang (IPMM), dengan usaha awal sekitar budidaya jamur (tiram putih, abalone, shitake, kuping) serta simpan pinjam.Selanjutnya, pada 30 Maret 2006 berubah menjadi koperasi wanita dengan sistem tanggung renteng dan didaftarkan ke Pusat Koperasi Wanita Jawa Timur (Puskowanjati) sebagai anggota ke 45.Ketua KWSU BAM, Evita, menjelaskan koperasi tersebut memiliki pos daya yang bertujuan memberdayakan anggota. Upaya pemberdayaan yang dilakukannya tidak melulu pembinaan sebagai anggota koperasi yang aktif, tetapi juga dalam merintis dan mengembangkan usaha.Tentu saja anggota dalam merintis usaha diberikan pinjaman dana dengan besaran berkisar Rp600.000 – Rp10 juta per orang.Terkait dengan pengembangan usaha, pihak KWSU BAM membentuk divisi yang berperan membina bagian budidaya, industri dan perdagangan. Di lain pihak, anggota dikelompokkan sesuai bidang usaha yang ditanganinya.“Pembina harus ikut bertanggungjawab atas keberhasilan anggota melalui pembentukan kelompok hingga pemasaran dan manajemen sederhana usaha. Aspek-aspek ini penting guna mencapai keberhasilan usaha,” ujar Evita tatkala ditemui belum lama ini.
|





