|
Saatnya Kaum Muda Menggerakkan Koperasi |
|
|
Peran kalangan muda dalam menggerakkan koperasi di Jawa Timur agaknya belum optimal. Kondisi tersebut diketahui dari jumlah koperasi pemuda (koppeda) maupun koperasi mahasiswa (kopma) di provinsi tersebut sejauh ini masih minim yakni hanya sebanyak 91 koperasi dari total koperasi yang mencapai 19.313 unit sesuai data di Dinas Koperasi & UMKM Jawa Timur.
Kiprah para pemuda-pemudi dalam kegiatan koperasi non-koppeda serta non-kopma pun belum menggembirakan. Sebagai contoh, saat diselenggarakan rapat anggota tahunan (RAT) berbagai jenis koperasi jarang ditemukan kalangan muda ada di tengah-tengah anggota yang hadir.Bahkan tidak sedikit pemuda yang mempunyai pandangan negatif terhadap koperasi.
Padahal, sebenarnya peran pemuda-pemudi yang terdidik cukup strategis dalam mengembangkan koperasi dalam menapaki situasi perekonomian di masa sekarang maupun masa mendatang.Bertolak dari keprihatinan atas rendahnya daya tarik pemuda terhadap lembaga perkoperasian, maka Dinas Koperasi & UMKM Jatim tahun ini menyelenggarakan pemilihan pemuda penggerak koperasi. Kegiatan itu diikuti 88 orang pemuda-pemudi dari 19 kabupaten/kota, dan pada 23 November lalu telah dilakukan grand final dan penobatan terhadap para pemenangnya di Gedung Empire Palace, Surabaya.Pemenang yang terpilih masing-masing Novan Yudhistira (Kopma Universitas Negeri Jember) dan Fitria Ayu Devita (Kopma Universitas Airlangga Surabaya).Kepala Dinas Koperasi & UMKM Jatim Braman Setyo mengatakan pemilihan pemuda penggerak koperasi tahun ini dimaksudkan wacara dan kesadaran kaum muda untuk berwirausaha melalui koperasi, sehingga kelak dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas koperasi di kalangan pemuda.Selain itu, menggali dan mengembangkan kader-kader pemuda yang mempunyai ide-ide segar, enerjik dan semangat berpikir kreatif agar dapat mendorong kalangan pemuda guna membentuk lembaga perekonomian berbasis kerakyatan.“Kami ingin memotivasi pemuda agar menggerakkan perkoperasian. Kami cukup prihatin saat menghadiri RAT yang datang umumnya orang tua dan pensiunan, dimana pemudanya?,” tuturnya saat memberikan sambutan pada malam penobatan Pemuda Penggerak Koperasi 2009 Jawa Timur pada 23 November lalu.
Sasaran pemilihan adalah mahasiswa/I yang menjadi anggota maupun pengurus kopma di lingkungan perguruan tinggi serta anggota maupun pengurus koperasi pemuda di daerah.Kegiatan tersebut diikuti 88 orang dari 19 kabupaten/kota di Jatim, setelah diseleksi oleh tim juri melalui tes tulis dan wawancara terpilih 20 orang atau 10 pasang pemuda-pemudi.
Selanjutnya dari para finalis yang terpilih itu dikarantina selama 3 hari dan pada malam grand final dipilih lagi 10 orang atau 5 pasang yang merupakan juara 1, 2, 3 dan harapan 1 dan 2.Tim juri yang terdiri dari Yayan Sakti Suryandaru (Fisip Universitas Airlangga, Surabaya), Ningky Pusponegoro (Dinas Koperasi & UMKM Jatim) dan Bram (Hayomi Modeling School, Surabaya) akhirnya memilih juara 1 putra NovanYudhistira (Kopma Unej) dan juara 1 putri Fitria Ayu Devita (Kopma Unair Surabaya).
Adapun juara 2 putra Essa Abubakar (Kopma Dr Angka ITS Surabaya), juara 3 Gatut Wahyu Tricahyono (Koppeda MMS Malang), harapan 1 Rubangi (Kopma Universitas Islam Negeri Malang) dan harapan 2 Deny Wahyu Apriasi (Kopma Unair Surabaya).Juara 2 putri Novi Rahmawati (Kopma Dr Angka ITS), juara 3 Hestika Prabowo (Kopma Emas Unej), harapan 1 Diah Setiari (Koppeda Madiun) dan harapan 2 Desi Puspitasari (Kopma Universitas Negeri Malang).Gubernur Jatim Soekarwo menyatakan pemilihan pemuda penggerak koperasi merupakan upaya untuk mengintensifkan pencitraan positif koperasi sekaligus mengekspansi akseptabilitas koperasi di kalangan pemuda di Jatim.Tujuannya adalah membangun intensitas komunikasi publik koperasi dengan seluruh lapisan masyarakat, terutama pemuda dan mendekatkan koperasi kepada pemuda sebagai salah satu target pasar yang potensial.“Langkah ini memberikan peluang seluas-luasnya kepada pemuda untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pencitraan positif koperasi di Jawa Timur,” tandasnya saat memberikan sambutan pada malam penobatan Pemuda Penggerak Koperasi 2009 Jawa Timur.Pemilihan pemuda penggerak koperasi dinilai upaya nyata membuka wacana dan wawasan sekaligus penyadaran kaum muda bahwa pengembangan usaha melalui koperasi merupakan salah satu alternatif strategis. Terlebih-lebih kesempatan kerja di sektor formal masih terbatas.Soekarwo meminta kepada para pemenang even pemilihan pemuda penggerak koperasi 2009 dapat melakukan fungsi mediasi dan motivasi kepada para pemuda, khususnya di kalangan mahasiswa untuk mengembangkan usaha melalui wadah koperasi.Tidak kalah penting adalah membantu mempromosikan produk yang dihasilkan usaha mikro kecil dan menengah melalui wadah koperasi. Proses penuaan Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Adi Sasono tidak menampik tentang masih rendahnya peran para pemuda dalam menggerakkan lembaga perkoperasian. Banyak kaum muda enggan berkoperasi, tetapi di lingkungan kampus banyak pula koperasi mahasiswa yang eksis.“Saat ini gerakan koperasi mengalami proses penuaan, maka perlu gerakan muda terdidik untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui wadah koperasi,” paparnya saat penobatan Pemuda Penggerak Koperasi 2009 Jatim.
Menurut Adi, tenaga profesional muda bisa menjadi lokomotif dalam menggerakkan koperasi. Melalui kiprah profesional muda dapat diperbanyak lagi kegiatan ekonomi berbasis pengetahuan. Apabila citra koperasi di mata kaum muda sudah positif, maka akan makin banyak terbentuk koperasi baru di kalangan pemuda. Dan kaum muda profesional akan mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan yang berdaya saing tinggi. |