|
Penghargaan untuk Pakde Karwo |
|
|
Dalam rangkaian acara Penobatan Pemuda Penggerak Koperasi Tahun 2009 Jawa Timur juga dilakukan Penganugerahan Tokoh Penggerak Koperasi Tahun 2009 di Jawa Timur terhadap Gubernur Jatim Soekarwo.Piagam penghargaan diserahkan oleh Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Adi Sasonon pada 23 November 2009.
Peran Pakde Karwo –panggilan akrab Gubernur Jatim Soekarwo—dalam mengembangkan lembaga perkoperasian telah tampak begitu dia terpilih sebagai gubernur, terutama berupa pembentukan 3.750 koperasi wanita (kopwan) di 3.750 desa tahun ini.Kepala Dinas Koperasi & UMKM Jawa Timur Braman Setyo menilai Pakde Karwo memiliki komitmen dalam mengembangkan lembaga keuangan mikro (LKM) dalam wujud kopwan.
Program satu desa satu kopwan yang dicanangkan tahun ini telah menjangkau 3.750 desa di Jatim. Selanjutnya, pada 2010 akan ditambah lagi 4.250 kopwan, sehingga akan terdapat 8.500 kopwan di desa dan kelurahan.“Karena itulah, keluarga besar gerakan koperasi yang berada di bawah naungan Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Jawa Timur mengusulkan kepada Pak Adi Sasono selaku Ketua Umum Dekopin untuk memberikan penghargaan kepada gubernur dan Wakil Gubernur Jatim sebagai tokoh penggerak koperasi tahun 2009,” ujar Braman saat Penganugerahan Tokoh Penggerak Koperasi 2009 Jawa Timur pada 23 November 2009 di Surabaya.Pembentukan 8.500 kopwan itu akan menambah jumlah koperasi di Jatim yang saat sekarang mencapai 19.313 unit.Pakde Karwo beranggapan bahwa kopwan merupakan lembaga keuangan mikro paling tepat guna mengembangkan usaha mikro.“Perempuan lebih centil (hati-hati dan penuh perhitungan) dalam mengelola uang, maka manajemen kopwan diharapkan dapat berjalan dengan baik dan memenuhi kebutuhan anggotanya,” ujarnya seusai menerima penghargaan sebagai tokoh penggerak koperasi, belum lama ini.Pengoperasian LKM dalam wujud kopwan di perdesaan diupayakan mampu menghindarkan para pengusaha mikro dari jeratan ‘bank thithil’/rentenir yang menerapkan bunga pinjaman sangat tinggi.Penggunaan dana dari ‘bank thithil’ disebabkan pengusaha mikro tidak mampu mengakses permodalan dari lembaga perbankan akibat ketiadaan agunan. Padahal, dana permodalan yang dibutuhkan tidak besar hanya beberapa ratus ribu.Menurut Soekarwo, secara berangsur-angsur masalah yang dihadapi pengusaha mikro di perdesaan akan terkurangi melalui pengoperasian kopwan. Harkop 2010 di Jatim Dalam sambutannya Adi Sasono memuji kedinamisan masyarakat Jawa Timur, khususnya dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui wadah koperasi.“Basis ekonomi rakyat memang harus diperkuat agar kita tidak menjadi kuli, dan supaya negara kita tidak hanya sebagai tempat pemasaran produk asing,” ujarnya.
Adi Sasono menambahkan tugas nasional dalam mengembangkan gerakan ekonomi rakyat dilakukan melalui kemitraan dengan pemerintah daerah. Melihat kiprah jajaran Pemprov Jatim dalam pengembangan lembaga perkoperasian, Adi Sasono menilai Jatim layak dijadikan contoh bagi pengembangan ekonomi kerakyatan.“Kami berharap Jatim akan menjadi tuan rumah peringatan Hari Koperasi 2010 mendatang,” pungkasnya.Seperti diketahui, Provinsi Jatim dan 27 kabupaten/kota pada 2007 mendapatkan penghargaan Provinsi dan Kabupaten/Kota Penggerak Koperasi. Pada 2010 Prov.Jatim dan 38 kabupaten/kota berupaya mendapatkan penghargaan Paramadana Utama Nugraha dari pemerintah pusat. |