You are here > Home Laporan Utama Edisi 2010 Pupuk Organik Kemitraan KADIN UMKM Dengan PT.Petro Kimia
Wed 08 Feb 2012
Pupuk Organik Kemitraan KADIN UMKM Dengan PT.Petro Kimia Cetak Surel

Seringnya terjadi kelangkaan dalam pengadaan pupuk di Indonesia menimbulkan kebutuhan pengadaan pupuk organik yang kian meningkat. KADIN UMKM Jatim telah beberapa kali melakukan percobaan untuk memproduksi pupuk organik menggunakan bahan baku limbah pabrik gula seperti blothong. Namun yang menjadi permasalahan adalah pemasaran dan teknologi, untuk itu dibutuhkan mitra kerja yang menguasai keduanya.
Setelah sekian lama berusaha menemukan mitra yang ideal  akhirnya KADIN UMKM Jatim berhasil melakukan kerjasama kemitraan dengan PT Petrokimia Gresik dengan mendirikan sebuah Pabrik Pupuk organik didesa Klakah, Kabupaten Lumajang. Pelaksana Pilot project ini adalah PT.UMKM Indonesia, yaitu sebuah badan usaha yang didirikan oleh para  anggota pengurus  KADIN UMKM Jatim dengan menghimpun modal investasi dan modal kerja sebesar  3 milyar. Mesin pabrik menggunakan buatan PT.Aneka Jasa Grahadika  anak perusahaan Petro Kimia, seluruh produk yang telah memenuhi standar mutu akan langsung dibeli oleh PT Petrokimia Gresik yang selanjutnya didistribusikan ke konsumen,

Sejak tahun 2005, PT Petrokimia Gresik telah mengembangkan pupuk organik dengan label Petroganik. Pengembangannya dilakukan melalui sistem kemitraan dengan Daerah yang memiliki potensi bahan baku melimpah. Lantaran menguntungkan bagi perkembangan pertanian nasionalmaka  hingga Nopember 2009 telah tercatat ada 83 pabrik Petroganik yang beroperasi secara komersial. Menurut penjelasan Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Arifin Tasrif diperkirakan tahun 2010 jumlah pabrik Petroganik akan mencapai 300 unit. Pupuk Petroganik telah terdaftar sejak 7 September 2005 di Departemen Pertanian dengan nomor ijin pendaftaran G095/ORGANIK/BSP/IX/2005.

Kebijakan dalam mengembangkan Pabrik Petroganik tidak dipusatkan di Gresik melainkan menyebar kedaerah daerah bekerja dengan investor setempat dengan tujuan mendekatkan pabari dengan bahan baku untuk menekan biaya produksi agar harga jualnya terjangkau. Mendekatkan pabrik dengan konsumen dan membuka lapangan kerja baru, daya tampung karyawan produksi komersial sebanyak 56 orang. Bahan baku yang digunakan adalah kotoran ternak, blothong, mixtro dan kapur

Bagi petani, pupuk organik sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah, setiap satu haktare cukup dengan menggunakan 500 kg petroganik. Hasilnya, padi akan meningkat minimal 500 kg hingga 1 ton per haktarnya. Melalui petroganik, maka telah menyelamatkan lahan sawah dan merehabilitasinya menjadi tanah yang sehat dan menyuburkan.Penggunaan Petroganik dengan dosis 500 kg per hektare akan meningkatkan tambahan pendapatan petani padi sebesar Rp2.332.500 per hektare. Penurunan penggunaan pupuk anorganik hingga 10% hasilnya tidak kalah dibanding penggunaan pupuk organik 100%.

Penggunaan Petroganik akan mengurangi ketergantungan petani pada pupuk anorganik bersubsidi yang mencapai 550.000 ton per tahun, ini  menimbulkan penghematan 10% dosis penggunaan pupuk subsidi pada 11 juta hektare luas tanam padi. Nilai penghematan itu setara dengan Rp1,556 triliun yang dapat digunakan untuk menghasilkan 3,3 juta ton beras yang setara dengan Rp18,549 triliun. 3 tahun mendatang ditargetkan seluruh lahan tanam padi sudah menggunakan Petroganik, bila luas tanam padi di Indonesia mencapai 11 juta hektare maka kebutuhan pupuk Petroganik sebesar 5,5 juta ton. Pada tahun 2011 penggunaannya akan meningkat dua kali lipat menjadi 1,6 juta ton dibanding tahun 2010. Bahkan, pada tahun 2013 diperkirakan konsumsinya akan meningkat menjadi 5,5 juta ton. Jumlah itu akan dapat dipenuhi oleh 550 pabrik Petroganik bila rata-rata tiap tahun tiap pabrik produksi 10.000 ton.

Usaha ini sangat prospektif, bermanfaat bagi kepentingan UKM dan merupakan peluang yang layak dimanfaatkan oleh para pengusaha anggota KADIN UMKM Daerah. Dengan adanya peluang ini para pengurus daerah dapat menawarkan pada anggota dan siapa saja yang berminat bergabung untuk memilikinya. Sumberbahan baku blothong mudah diperoleh dari limbah Pabrik gula yang ada di Jawa Timur, demikian pula kotoran ternak. Industri pupuk Organik merupakan industri ramah lingkungan yang sangat efektif dalam mendaur ulang limbah yang kebanyakan ada didaerah pertanian, sedang konsumennyapun juga kalangan petani sendiri.

MANFAAT INDUSTRI PUPUK ORGANIK 
Banyak manfaat dengan adanya kemitraan industri pupuk organik, diseluruh Indonesia terdapat 30 juta petani yang terus bertambah sejalan dengan terus dibukanya lahan pertanian baru. Kebutuhan pada pupuk organik akan terus meningkat akibat terjadinya kerusakan struktur tanah oleh digunakannya pupuk kimia yang berlebihan, fungsi pupuk organik selain menyuburkan lahan juga menghidupkan tanah yang mati.   Penggunaan pupuk organik bermanfaat untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk kimia, sehingga dosis pupuk dan dampak pencemaran lingkungan akibat penggunaan pupuk kimia dapat secara nyata dikurangi.

Kemampuan pupuk organik untuk menurunkan dosis penggunaan pupuk konvensional sekaligus mengurangi biaya pemupukan telah dibuktikan oleh beberapa hasil penelitian, baik untuk tanaman pangan (kedelai, padi, jagung, dan kentang) maupun tanaman perkebunan (kelapa sawit, karet, kakao, teh, dan tebu) yang diketahui selama ini sebagai pengguna utama pupuk konvensional (pupuk kimia). Lebih lanjut, kemampuannya untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan terbukti sejalan dengan kemampuannya menurunkan dosis penggunaan pupuk kimia.

Dengan adanya PT.UMKM Jatim maka untuk membuka  industri pupuk organik didaerah daerah di Jawa Timur cukup dengan membuka cabang saja, tidak perlu harus membuat ijin baru yang mmerlukan waktu dan beaya. Usaha ini bukan sekedar untuk mencari keuntungan, juga menjadi media  untuk menghimpun pengurus dan anggota dalam sebuah usaha bersama baik dalam pengadaan bahan baku atau pengadaan lapangan kerja dan usaha baru.

PROSES PRODUKSI PETROGANIK
Bahan baku terdiri dari pupuk kandang (kotoran sapi, kambing, unggas dll), limbah industri (limbah pabrik gula) limbah kota (sampah rumah tangga) filler. Kemudian bahan tersebut dihaluskan sehingga berbentuk butiran hingga debu dengan cara di crusher dengan mesin crusher atau dengan cara manual dicangkul dan di ayak/ disaring. Bahan yang telah halus ditimbang sesuai dengan formula yang telah di tetapkan. Setelah dilakukan penimbangan bahan di campur dengan mixtro, suplemen dan air di pan granulator. Bahan yang telah tercampur akan membentuk granule/ butiran.hasil granule bahan kemudian didiamkan selama 2 -3 hari untuk menurunkan kadar air yang terdapat dalam hasil granule.setelah setengah kering kemudian dilakukan pengeringan. Pengeringan dilakukan pada mesin dryer dengan kapasitas 7 – 10 ton perhari.dari mesin dryer dilakukan pengayakan pada mesin screen sehingga granule yang diayak bisa sama besarnya.dari mesin screen kemudian di packing dengan karung 20 Kg.

PABRIK PETROGANIK
Kapasitas produksi 10 ton perhari/ 8 jam operasi / atau 10 000 ton /th
Bahan baku: Kotoran sapi, kotoran ayam, limbah pabrik gula (blothong), limbah pabrik sawit (tandan kosong), mixtro, suplemen. Filler : kapur / tanah liat. Utilities,  listrik : 70 Kwh & air. Peralatan utama : Mesin crusher 1 unit, kap. 2 ton / jam. Pan granulator : 3 unit, kap 1,5 ton / jam. Rotary dryer : 1 unit, kap 1,5 ton / jam. Luas lahan yang diperlukan 1000 m2. Jumlah tenaga kerja untuk operasi peralatan pabrik dan penyiapan bahan baku diperlukan tenaga kerja sekitar 14 orang

KEUNGGULAN
Kadar C-organik tinggi
Berbentuk granule sehingga mudah dalam aplikasi
Aman dan ramah lingkungan ( bebas mikroba patogen)
Bebas dari biji bijian gulma
Kadar air rendah sehingga lebih efisien dalam pengangkutan dan penyimpanan
Dikemas dalam kantong kedap

Dosis dan penggunaan :
Padi Dan Palawija     : 500 – 1000 Kg/Ha
Hortikultura              : 2000 Kg/Ha
Tanaman Keras         : 3 Kg / Pohon
Tambak                     : 300 – 500 Kg/Ha

Kegunaan :
Menggemburkan dan menyuburkan tanah
Meningkatkan daya simpan dan daya serap air
Memperkaya hara makro dan mikro
Sesuai untuk semua jenis tanah dan jenis tanaman
 

KAMAR DAGANG INDUK USAHA MIKRO KECIL MENENGAH
[ K A D I N U M K M ]

Jl. Bung Tomo 8A - Surabaya
Telp. (031) 501 5264, Fax. (031) 501 5276
- Best Viewed In 1280 x 1024 Resolution Using Firefox -