You are here > Home Mimbar UKM Makin Penting Bagi Perekonomian Indonesia
Wed 08 Feb 2012
UKM Makin Penting Bagi Perekonomian Indonesia Cetak Surel
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sesungguhnya memiliki nilai strategis di dalam perekonomian Indonesia. Sektor UKM telah memberikan bukti, di tengah krisis ekonomi melanda pada tahun 1997 bahkan sampai sekarang, UKM mampu bertahan. Bahkan, ketika BBM melejit pun UKM walaupun ikut terpukul mampu menghadapi realitas perubahan iklim perekonomian.

Ini disebabkan, UKM sesungguhnya merupakan sektor ekonomi yang memiliki efisiensi tinggi dibandingkan usaha dalam skala besar. UKM yang lebih banyak dikelola dan menjadi milik keluarga, memiliki flesibilitas tinggi dalam menghadapi perubahan pasar. Bandingkan dengan sektor usaha berskala besar yang memiliki dilingkupi banyak faktor pada saat sebuah keputusan perusahaan akan diambil. Disamping itu, usaha skala besar biasanya sangat tergantung kepada kemajuan teknologi yang dimiliki pula.Risiko pada usaha skala besar pun lebih tinggi dibandingkan UKM.
Selain itu, penyelesaian manajemen pada usaha skala besar tentu lebih rumit dibandingkan UKM. Sebagai contoh penyelesaian Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang menelan dana dalam jumlah triliun rupiah dipastikan sangat rumit. Lebih kompleks lagi, karena pemberian BLBI sarat dengan kongkalikong antara bank dan pemilik usaha. Akibatnya, ketika dilakukan audit terhadap aset yang dimiliki, jauh lebih rendah dibandingkan nilai dana yang diperoleh. Itulah sebabnya, mengapa dana BLBI yang sudah diterima para konglomerat Indonesia itu sangat sulit diselesaikan.

Pemerintah sendiri mengalami dilema, karena tindakan tegas atau pengenaan sanksi pidana tidak menjadi solusi, jika berkeinginan dana yang sudah diberikan bisa ditarik kembali.Penanganan persoalan usaha skala besar, seperti Salim Group, Syamsul Nursalim, dan sejumlah pengusaha besar lainnya, terbukti membutuhkan waktu yang sangat lama. Bahkan, dalam kasus Syamsul Nursalim, Kejaksaan Agung harus membayar mahal akibat tindakan aparatnya yang culas.

Coba kita membandingkan usaha skala besar dan UKM dari sisi permodalan. Rata-rata UKM paling tinggi membutuhkan dana untuk melakukan produksi tidak mencapai Rp 1 miliar. Bandingkan dengan BLBI yang diterima para konglomerat yang mencapai ratusan triliun rupiah tersebut? Sebut saja kalau setiap UKM bisa dibangun dengan dana sebesar Rp 50 juta, berapa ribu pengusaha baru yang bisa dibangun oleh pemerintah? Belum lagi kalau kita menghitung jumlah tenaga kerja yang bisa diserap? Selain itu, UKM lebih memiliki hubungan langsung dengan banyak lapisan masyarakat di daerah, sehingga manfaatnya bisa lebih dirasakan oleh masyarakat secara langsung.
Sedangkan, usaha skala besar keuntungan yang diperoleh lebih banyak dinikmati oleh para pemilik usaha tersebut.Pemerintah pada saat ini memang tengah mendorong pertumbuhan UKM di Indonesia. Sebagai regulator, pemerintah harus mampu memberikan gambaran peluang usaha yang memiliki prospek tinggi pada masa datang. Yang tidak kalah penting, pemerintah juga harus mendorong dunia perbankan untuk lebih memberi kesempatan kepada para pelaku UKM untuk mengakses ketersediaan pinjaman.

Pada sisi lain, kelemahan manajemen keuangan dan marketing dari UKM bisa ditutup dengan menggandeng perguruan tinggi, khususnya jurusan-jurusan yang bisa mendukung perbaikan manajemen setiap UKM. Langkah-langkah tersebut sesungguhnya tidak sulit diimplementasikan. Yang terpenting adalah ada kemauan politik pemerintah untuk membangun UKM dan menjadikannya sebagai basis perekonomian nasional. Dalam kerangka penghematan devisa Negara, UKM bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di dalam negeri.

Artinya, UKM bisa bermanfaat lebih besar untuk memproduksi kebutuhan konsumsi dalam negeri daripada harus menggunakan hasil industri asing, seperti dari RRC, Jepang, Taiwan, Malaysia, Eropa dan Amerika Serikat. Pemakaian produk lokal juga bermanfaat untuk membangun nasionalisme di kalangan masyarakat. Kondisi demikian tentu saja harus didorong oleh pemerintah. Sebagai regulator, dinamisator, pemerintah juga harus kreatif dalam membangun semangat enterpreunership di kalangan masyarakat. Sebab, masyarakat memang tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri.
Oleh : Bakarudin
 

Quick Link

 

Data Pengunjung

Kami punya 13 tamu online

KAMAR DAGANG INDUK USAHA MIKRO KECIL MENENGAH
[ K A D I N U M K M ]

Jl. Bung Tomo 8A - Surabaya
Telp. (031) 501 5264, Fax. (031) 501 5276
- Best Viewed In 1280 x 1024 Resolution Using Firefox -