|
Produk Kain Pel Pasuruan Tembus Singapura |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 08 February 2010 11:42 |
Industri tenun skala kecil menengah yang memproduksi kain pel (pembersih lantai) dan lap makan di Karangrejo, Kab. Pasuruan, memiliki peluang untuk memperluas pemasaran di tingkat regional bahkan internasional.
Hal itu antara lain dibuktikan dengan kegiatan usaha yang dilakukan Moh. Subhan, yang menjalankan usaha tersebut sejak tiga tahun terakhir di bawah bendera UD Dimas Jaya. Tenaga kerjanya enam orang.Dia mengaku telah memasarkan produknya ke pasar lokal wilayah Surabaya, Malang dan Pasuruan serta Jakarta. Selain itu, melalui pihak ketiga memasarkan produk kain pel dengan tangkai plastik ke Singapura.
“Kami secara rutin memasok produk pembersih lantai ke Singapura rata-rata 200 unit per bulan, nilainya di atas Rp10 juta,” ujarnya, belum lama ini.Subhan sejauh ini menghasilkan produk sebanyak 12 items berupa kain pel dan lap makan dengan berbagai desain dan ukuran. Untuk lap makan biasa dipasok ke pasar-pasar swalayan maupun toko tradisional, dengan harga berkisar Rp40.000 – Rp60.000 per kodi (1 kodi = 20 lembar) ukuran 60cm x 40cm.
Dia juga memproduksi sumbu kompor minyak tanah.UD Dimas Jaya merupakan salah satu dari industri kecil menengah (IKM) kain pel dan lap makan di Karangrejo. Pemrosesannya menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) dengan mendatangkan bahan baku aneka jenis benang dari Bandung, Jawa Barat.
|
|
Last Updated on Thursday, 22 April 2010 10:59 |
|
|
Pemkab Pasuruan Gandeng PT HM SAMPOERNA TBK Dirikan Klinik UKM |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 08 February 2010 11:39 |
Pemerintah Kabupaten Pasuruan bekerja sama dengan perusahaan rokok raksasa PT HM Sampoerna Tbk mendirikan klinik usaha kecil menengah (UKM) berlokasi di komplek pertokoan Taman Dayu Pandaan. Fasilitas tersebut difungsikan sebagai tempat pelatihan calon pengusaha dan memproses permasalahan UKM sekaligus menampung produk UKM.Wakil Bupati Pasuruan, Eddy Paripurna, mengatakan pengembangan usaha skala mikro kecil dan menengah (UMKM) tidak cukup ditangani pemerintah saja, melainkan membutuhkan peran swasta.“Kami bangga dengan kepedulian PT HM Sampoerna dalam memfasilitasi pembinaan UKM serta pemberdayaan masyarakat, peran seperti ini perlu diikuti oleh perusahaan swasta lainnya di Kab. Pasuruan,” ujarnya saat peresmian Klinik UKM di Taman Dayu, 18 Maret lalu.Di Kab. Pasuruan sejauh ini terdapat 17.496 UKM dan tahun ini ditargetkan muncul sedikitnya 100 wirausahawan baru. Corporate Affair Director PT HM Sampoerna Tbk, Yos Adiguna Ginting, mengatakan perusahaan rokok itu dalam pengoperasian klinik UKM akan menyiapkan konsultan usaha serta menyediakan fasilitas pelatihan usaha di Sukorejo, Kab. Pasuruan.“Upaya pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) ini merupakan wujud sumbangsih kami dalam program pemberdayaan masyarakat/corporate social responsibility (CSR) secara luas,” tuturnya. PT HM Sampoerna sendiri sejak beberapa tahun terakhir mengoperasikan pusat pelatihan kewirausahaan (PPK) di lingkungan pabrik sigaret kretek mesin (SKM) di Sukorejo, yang ditujukan karyawan perusahaan rokok itu yang menghadapi masa pensiun serta masyarakat umum.PPK Sampoerna juga menyediakan ruang khusus untuk memajang aneka produk UKM binaan perusahaan rokok itu. |
|
Last Updated on Thursday, 22 April 2010 11:52 |
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 3 |