You are here > Home Warta Edisi 2009 Maret Kap Lampu dan Tempat Tissue dari Bambu Apus
Wed 08 Feb 2012
Kap Lampu dan Tempat Tissue dari Bambu Apus PDF Cetak Surel
Ditulis oleh UMKM   
Jumat, 05 Desember 2008 04:26
kapDesa di lereng Gunung Semeru ini merupakan sentra kerajinan anyaman bambu di kawasan Lumajang.Produk-produknya yang beraneka jenis banyak diminati sebagai cendera mata.Untuk mendapatkan hasil anyaman yang bagus, biasanya dengan pemilihan batang pohon Bambu Apus.Jenis bambu tersebut dipilih karena mudah diirat (iris tipis) dan dirajut.Per batang harganya sekitar Rp 10 ribuan yang diperoleh dari hutan-hutan di sekitar desa.Pohon bambu pilihan itu rata-rata memiliki panjang sekitar 10 meter.Namun yang bisa dimanfaatkan tidak lebih dari 7 meter.Mengenai waktu penebangan, perajin di sana memegang teguh pemilihan "hari baik" yang disebut dengan nama Panglong.
Waktunya sekitar tanggal tua setelah matahari condong ke arah Barat.Antara pukul 12.00-17.00.Konon kalau dilakukan sembarangan, bambunya tidak bisa tahan lama atau cepat mengkerut.Salah satu perajin di Kabupaten Lumajang mengatakan,"Kalau bambu ditebang terlalu pagi, zat gulanya masih banyak.Sehingga batang bambu erlalu keras waktu dipotong," ungkap Saputro (35) yang tekun menggeluti anyaman bambu.Aneka jenis kerajinan bambu sudah pernah dibuatnya.Tidak kurang dari 9 macam.
Diantaranya kursi tamu, capil (topi petani), baki (nampan), kap lampu, tempat sendok & garpu, tempat tissue, tempat permen, keranjang buah dan tempat kue kering."Untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan itu, saya dibantu adik, ibu, keponakan dan seorang anggota keluarga lainnya," tuturnyamenceritakanorang-orang yang membantu pekerjaannya.Kebanyakan perajin di situ memang belajar menganyam sejak usia SMP (Sekolah Menengah Pertama) dengan melibatkan seluruh anggota keluarga.
Empat buah tempat tissue bisa dihasilkan dalam satu hari kerja antara pukul 07.00 sampai 16.00.Tetapi kap lampu yang tingkat kesulitannya lebih tinggi, Saputro hanya membuat 1 buah per hari.Khusus untuk baki, tempat tisuue dan kap lampu, ia masih menambahi proses produksinya dengan vernis supaya tampak mengkilat.
Namun diakui, dari sekian produk itu, yang pemasarannya lancar hanya capil. Dalam waktu seminggu, mampu dibuat sekitar 2 kodi (40 buah).Melalui perajin lain di Kecamatan Pasrujambe-pusat penjualan capil-berbagai jenis produk itu dipasarkan ke lokasi-lokasi wisata.Untuk kerajinan yang berhasil dibuat umumnya langsung mendapat pembayaran seharga Rp 4-5 ribu per buah.
Anyaman bambu Apus memang banyak dijual di stand-stand pasar Senduro, Lumajang.Di sekitar obyek wisata ritual Pura Mandragiri yang popular bagi Umat Hindu di Indonesia.Pesanan dalam jumlah tertentu juga seringkali didapat dan para pedagang di sana,"Tidak banyak.Biasanya kap lampu, tempat tissue atau bai, dalam jumlah sekitar 10 buah untuk souvenir (cendera mata)," ujarnya menceritakan jenis-jenis produk yang digemari konsumen.
Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 22 April 2010 10:54
 

KAMAR DAGANG INDUK USAHA MIKRO KECIL MENENGAH
[ K A D I N U M K M ]

Jl. Bung Tomo 8A - Surabaya
Telp. (031) 501 5264, Fax. (031) 501 5276
- Best Viewed In 1280 x 1024 Resolution Using Firefox -