|
PUSKOWANJATI Adakan HUT Ke-50 |
|
|
|
|
Ditulis oleh UMKM
|
|
Senin, 08 Februari 2010 11:31 |
Pusat Koperasi Wanita Jawa Timur (Puskowanjati) menyelenggarakan peringatan ulang tahun ke-50 di Surabaya pada 1 Maret lalu. Dalam acara tersebut juga diisi semiloka bertema Menengok Kekuatan Sistem Kelompok Tanggung Renteng dari Sisi Sistem, Sosial dan Ekonomi dalam Keberhasilannya Bertahan di Segala Jaman.
Menurut Yoos Lutfi, Ketua Pusat Koperasi Wanita Jawa Timur (Puskowanjati), koperasi sekunder itu kini beranggotakan 45 koperasi primer yang tersebar di seluruh Jatim, dan keseluruhannya memiliki usaha simpan pinjam dengan sistem tanggung renteng.“Penerapan sistem tanggung renteng telah meluas di Pulau Jawa maupun luar Jawa. Para penggiat koperasi dari berbagai provinsi berdatangan untuk belajar sistem ini di koperasi-koperasi primer anggota kami maupun di Puskowanjati,” tuturnya saat memberikan sambutan dalam HUT ke-50 Puskowanjati.Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinkop & UMKM Jatim, Braman Setyo, tokoh sistem tanggung renteng Jatim, Mursia Zaafril Ilyas, ketua Business Development Services (BDS) Indonesia, Abdul Hadi serta para pengurus koperasi primer anggota Puskowanjati dari kabupaten-kabupaten se-Jatim.Direktur Lembaga Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gajah Mada(UGM) Jogjakarta, Revrisond Baswir, menekankan pentingnya koperasi wanita yang menjalankan sistem tanggung renteng mengoptimalkan penggunaan dana pinjaman untuk kegiatan produktif, melalui pembelian produk dalam negeri agar UKM dan koperasi saling menghidupi. “Pinjam-meminjam melalui koperasi jangan untuk keperluan konsumtif, apalagi untuk membeli produk impor, supaya gerakan koperasi bisa mencegah dominasi sistem ekonomi kapitalis,” tuturnya dalam semiloka.Sistem tanggung renteng menekankan tanggung jawab kelompok atas dana yang dipinjam anggota dari koperasi primer, sehingga tidat ada kemacetan pengembalian dana tersebut.
|
|
Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 22 April 2010 10:55 |