|
Jawa Timur Festival 2009 Tampilkan Produk Unggulan |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 08 February 2010 13:02 |
Sebanyak 56 stan berisi aneka produk unggulan dari kabupaten/kota se- Jawa Timur telah ditampilkan pada even Jawa Timur Festival (Jatim Fes) 2009 yang berlangsung pada 3 – 12 Oktober lalu di Kenjeran Park, Surabaya, dimana penyelenggaraannya ditangani Cody Enterprises.
Kegiatan tersebut juga dinamakan Festival Bulan Purnama sebab bertepatan dengan berlangsungnya perayaan kue bulan yang diperingati masyarakat Tionghoa. Terkait dengan hal itu, selain mengetengahkan berbagai produk unggulan, dalam Jatim Fes 2009 juga dapat disaksikan penampilan seni budaya lokal maupun karya tari dari daratan Tiongkok.
Gubernur Jatim Soekarwo mengharapkan dipadukannya pameran produk dengan seni budaya dan wisata dapat meningkatkan transaksi bisnis antara produsen Jatim dengan para pembeli dari kawasan timur Indonesia (KTI).Untuk itu, kualitas dan desain produk asal Jatim perlu ditingkatkan terus-menerus sesuai kebutuhan pasar domestik maupun mancanegara.
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Jawa Timur juga turut berperan serta dalam Jatim Fes dengan menggelar talk show bertema Peran Klinik Koperasi dan UMKM Dalam Pengembangan Usaha Masyarakat. Acara tersebut dihadiri ratusan pengusaha mikro dan kecil yang memaparkan berbagai permasalahan usaha, dan Manajer Klinik KUMKM Jatim, Ruli Kusumahadi, memberikan advis tentang langkah mengatasi problem tersebut. |
|
Last Updated on Friday, 23 April 2010 09:55 |
|
|
Gubernur Jatim: ”75% UKM Jatim Belum Tersentuh Kredit Bank” |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 08 February 2010 13:00 |
Sekitar 75% dari total 4,2 juta usaha skala kecil menengah (UKM) di Jawa Timur hingga kini masih belum tersentuh fasilitas kredit dari perbankan. Besarnya nilai agunan yang disyaratkan pihak bank untuk memperoleh kredit masih menjadi kendala utama bagi pelaku UKM.
Meski begitu, menurut Gubernur Jatim Soekarwo, aktifitas perekonomian di sektor UKM pada 2008 mampu menyumbang hampir 50% produk domestik regional bruto (PDRB) Jatim.“Artinya sektor ini sangat kuat dalam mendukung perekonomian Jatim, dan terbukti mampu berdiri sendiri meski tanpa fasilitas dari perbankan,” katanya, akhir Oktober lalu.
Sebagai upaya untuk lebih mengembangkan aktifitas perekonomian sector UKM, dalam waktu dekat, Pemprov Jatim akan membentuk Lembaga Penjamin Kredit Daerah (LPKD). Lembaga tersebut nantinya akan bergabung dengan perbankan dalam memberikan kredit yang mudah diakses khususnya bagi pelaku UKM.
“Aturan awal pembentukan LKPD harus menyediakan dana Rp 50 miliar, tapi kami akan tambah menjadi Rp 75 miliar, dan diharapkan akan terus meningkat pada tahun-tahun selanjutya,” katanya.Ketua Forum Daerah UKM Jatim, Nur Cahyudi,mengatakan masalah legal formal kelembagaan UKM juga menjadi kendala guna mengakses dana kredit. Dari 4,2 juta UKM yang ada, 3,7 juta diantaranya masih berstatus informal yang belum memiliki nomer pokok wajib pajak (NPWP) Surat ijin usaha perdagangan (SIUP), dan tanda daftar perusahaan (TDP).
|
|
Last Updated on Friday, 23 April 2010 09:49 |
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 2 |